Taksonomi Tanah
TUGAS
TAKSONOMI TANAH
Rustamuna
14405244014
1. Plinthaaqualf
· Ordo:
Alfisol, mempunyai epipedon Okrik dan endopedon Argilik dengan kejenuhan basa
sedang hingga tinggi (≥ 35%).
Okrik
dicirikan dengan lapisan yang tipis, berwarna terang, dan kandungan bahan
organik yang rendah. Okrik tidak memenuhi satu atau lebih syarat
horison-horison diagnostik permukaan yang lain.
Argilik,
horison yang terjadi karena proses illuviasi. Terbentuk karena material yang
ada di atasnya berpindah dan masuk pada horison ini. Horison ini juga banyak
mengandung lempung.
· Sub-ordo:
Aqualfs, tanah ini berkembang dan dicirikan dengan kondisi aquik, artinya tanah
ini berada dalam keadaan jenuh air sebagian maupun seluruh profil. Tanah ini
berada pada daerah yang memiliki curah hujan cukup tinggi, hingga air
menggenang ataupun bisa disebabkan oleh drainase tanah yang buruk.
· Greatgroup:
Plintit, tanah ini banyak mengandung campuran lempung dengan kuarsa dan mineral
lain yang kaya dengan senyawa besi dan miskin humus. Terdapat sebagai
konsentrasi redoks berwarna merah tua, berbentuk lempeng, bersudut banyak, atau
berpola jaringan. Tanah seperti ini dapat mengeras menjadi padas, berbatu besi,
dan bentuk menjadi tidak teratur bila mengalami pembasahasan pengeringan
berulang kali apalagi bila terkena sinar matahari.
2.
Fragiaquult
· Ordo:
Ultisol, merupakan tanah yang paling terkikis dan memperlihatkan pengaruh
pencucian yang terakhir. Ultisol adalah satuan tanah yang dengan endopedon
argilik atau kandik yang mempunyai kejenuhan basa (dalam NH4-Oac pH 7) <
35%, tidak mempunyai permafrost pada kedalaman < 100 cm atau gelik material
pada kedalaman 100-200 cm, tidak mempunyai fragipan, tidak mempunyai spodik
material pada lapisan tanah atas, dan tidak mempunyai sifat-sifat andik.
· Sub-ordo:
Aquults, tanah yang mempunyai regim aquik, artinya tanah ini berada dalam
kondisi jenuh, mengalami penjenuhan baik bawah maupun atas. Tanah ini bisa
disebabkan berada pada daerah yang memiliki curah hujan cukup tinggi, hingga
air menggenang ataupun bisa disebabkan oleh drainase tanah yang buruk.
· Greatgroup:
Fragiaquult, mempunyai horison fragipan. Artinya pada tanah ini mengandung
padas yang mudah hancur (rapuh), berasal dari sementasi Fe dan Si. Kandungan
bahan organik dalam tanah sangat rendah dengan tekstur pasir atau geluh.
3.
Durricryods
· Ordo:
Spodsols, semua spodsol mempunyai horison spodik. Horison spodik merupakan
horison sub permukaan illuvial, dimana bahan tak terbentuk tersusun dari bahan
organik, aluminium dan besi telah diakumulasikan. Spodsol terbentuk di iklim
basah, sebagian besar berasal dari siliceous berpasir atau bahan induk yang
menyerupai kuarsa. Endopedon spodik yang menjadi penciri Spodsols biasanya
berada di bawah horison E yang pucat hingga mendekati putih. Endopedon spodik
berwarna merah bata berangsur-angsur berubah menjadi merah gelap hingga
akhirnya mendekati hitam. Spodsols sring kali berasosiasi dengan tumbuhan
conifer di daerah yang beriklim sejuk dan lembab. Spodsol memiliki solum yang
sangat asam seluruhnya dan memiliki kapasitas pertukaran kation yang rendah
(kecuali di tempat humus tertimbun) dan persentase kejenuhan basa yang rendah.
Kejenuhan basa beberapa horison sering kurang dari 10%. Spodosol memiliki
kapasitas menyimpan air yang terbatas dan secara alami tidak subur untuk kebanyakan
tanaman.
· Subordo:
Cryods, tanah ini dicirikan dengan regim suhu tanah cryic, terdapat di daerah
lintang tinggi. Artinya tanah ini berkembang pada suhu rata-rata tahunan yang
cukup rendah.
· Greatgroup:
Durricryods, mempunyai horison diagnostik duripan. Sama halnya dengan tanah
yang diatas, sama-sama megandung padas. Namun, padas ini tersmentasi oleh
silika. Konsistensi tanah dalam keadaan lembab sangat teguh sampai luar biasa
teguh, tebal dapat mencapai setengah meter atau lebih. Hanya dapat larut dalam
keadaan yang panas dan sangat asam.
4.
Argixerolls
· Ordo:
Mollisol, tanah yang dicirikan pada tanah yang telah berkembang. Ciri utama
dari Mollisols adalah adanya epipedon Molik. Mollisols berkembang pada bahan
induk yang berasal dari berbagai batuan induk dengan kandungan Ca tinggi.
Batuan induk yang mungkin dapat menghasilkan bahan induk tanah untuk Mollisols
adalah batuan gamping dan bahan induk vulkanik yang banyak mengandung
Ca-plagioklas tinggi.
Epipedon molik dicirikan berwarna gelap dan tebal
dengan kejenuhan basa tinggi dan struktur tanah yang kuat. Bahan organik
tercampur sempurna dengan bahan mineral. Kebanyakan tanah ini dalam musim
dingin mengalami pembekuan dan bersifat agak kering dalam musim panas. Hal itu
menyebabkan tanah kurang terlindi dibanding pada umumnya.
Tanah sperti ini biasanya berbatasan dengan beberapa
daerah padang pasir adalah area bercurah hujan tinggi yang mendukung rumput
yang cenderung menutupi tanah dengan sempurna dan menghasilkan bahan organik
yang berlimpah, yang dirombak dalam tanah. Curah hujan, bagaimanapun, cukup
dibatasi untuk mencegah pencucian berlebihan dan kejenuhan basa tetap tinggi.
Perombakan bahan organik yang berlimpah dalam tanah yang ada kalsiumnya
mengawali pembentukan epipedon mollik. Gambaran horison mollik adalah: 1.
Lembut bila kering 2. Berwarna gelap dan paling sedikit bahan organiknya 1
persen (kecuali kapur sangat tinggi dan 3. Kejenuhan basa 50 persen atau lebih.
· Sub-ordo:
xerolls, tanah yang mempunyai regim kelembaban xeric. Tanah ini berkembang di
daerah mediteran dengan musim dingin yang lembab dan sejuk, musim panas hangat
dan kering.
· Greatgroup:
argixerolls, mempunyai horison lempung argilik. Merupakan horison yang terjadi
karena proses illuviasi. Terbentuk karena material yang ada di atasnya
berpindah dan masuk pada horison ini. Horison ini juga banyak mengandung
lempung.
5.
Calcitorrets
· Ordo:
Vertisol, merupakan tanah mineral yang memiliki tebal lebih dari 50 cm,
memiliki tanah liat sebesar 30% dan memiliki celah-celah paling sedikit selebar
1 cm. Keadaan yang menimbulkan perkembangan vertisol adalah bahan induk yang
berkandungan tinggi atau pelapukan yang bersifat membentuk, sejumlah besar
tanah liat yang berkembang menjadi monmorilonit yang tinggi, dan pada suatu
iklim dengan musim basah dan kering. Adanya lempung jenis montmorilonit pada
fraksi lempung mengakibatkan kemampuan mengembang dan mengerut pada vertisols
menjadi tinggi. Vegetasi yang khas di daerah-daerah alami adalah rumput,
meskipun beberapa vertisol mendukung tumbuh-tumbuhan berkayu yang toleran
terhadap kekeringan.
· Subordo:
Torric, tanah ini berkembang pada lintang yang rendah, suhu rata-rata pada
daerah ini rendah dan mempunyai kelembaban tanah relatif kering.
· Greatgroup:
Calsit, merupakan horison diagnostik yang berasal dari akumulasi CaCo3.
Umumnya berada pada horison B atau C. Ketebalan horison ini sekitar 15 cm dan
kadar kapur lebih dari 15 persen
Post a Comment for "Taksonomi Tanah"