Geomorfologi Pulau Sumatera
Geomorfologi
Sumatera Bagian Tengah
Pulau
Sumatera terletak di bagian barat pulau Jawa, memanjang dari Kota Raja (Banda
Aceh) di bagian utara hingga Tanjung Cina di bagian selatan. Bentuklahan
Sumatera merupakan hasil interaksi terus menerus dari proses struktural dan
klimatologis. Pulau Sumatera dibagi menjadi 3 bagian yaitu Sumatera bagian
utara, tengah, dan selatan.
Sumatera
bagian tengah meliputi 3 provinsi, yaitu
Sumatera Barat, Riau, dan Jambi yang terletak di bagian barat gugusan Kepulauan Nusantara.
Sumatera tengah dimulai dari garis yang menghubungkan muara sungai Batang Toru
di pantai barat dengan sungai batang barumun di pantai timur.Wilayah tersebut
memanjang hingga batas wilayah dengan Sumatera Selatan yaitu di garis yang
menghubungkan antara muara sungai Ketaun di pantai Barat hingga ke muara sungai
Batang Hari di pantai timur. Wilayah di Sumatera Tengah dapat dibagi menjadi
empat bagian yaitu bagian pegunungan blok, ada graben tengah, daerah bergunung,
serta daerah rendah tepatnya di
sumatera bagian timur.
A. Pegunungan
Blok di sebelah barat graben tengah
1. Kelanjutan
blok bengkulu
Bagian paling selatan pada wilayah
ini adalah Sumatera tengah yang secara luas masih merupakan blok yang miring ke
arah samudera hindia, dan dialiri oleh sejumlah sungai konsekuen. di dua tempat
sepanjang blok bengkulu terdapat kipas-kipas besar yang mencapai dataran
pantai. Material dari kipas pantai besarasal dari endapan fluvio-vulkanik.
2. Dataran
indrapura
Kenampakan menarik pada pantai ini
yaitu dataran pantai yang berbentuk segi tiga meluas ke baratlaut dan berakhir
agak mendadak. terdapat karang yang diperkirakan sebagai pengisian lagoon yang
merupakan hasil dari blok yang tenggelam.
3. Wilayah
padang
Wilayah ini terdapat dataran yang
sempit, pantai yang terdiri dari bukit-bukit andesitik tua sehingga
menghasilkan pantai berbatu, serta wilayah utara yang dibatasi dengan gawir.
4. Kipas-kipas
fluvio-vulkanik dataran padang
Kenampakan ini berasal dari
material fluvio-vulkanik yang asalnya tidak diketahui. terdapat kipas tua yang
berada disepanjang hulu sungai padang yang materialnya berasal dari sungai
padang di sebelah timur. kipas aluvial yang lebih muda dan lebih rendah
terdapat disepanjang sungai kuranji.
5. Kawah
danau maninjau
Depresi ini terbentuk karena adanya
erupsi yang sangat hebat. letusan ini menyebabkan tertutupnya wilayah yang
sangat luas dibagian baratlaut, barat dan baratdaya. disebelah timurlaut kawah
fluvio-vulkaniknya jauh lebih sempit karena pencurahannya terhalang oleh igir
pegunungan yang lebih tua. Bingkai kawah yang angat besar dan dalam terbentuk
sebagai akibat kombinasi dari pematahan dan letusan vulkanik.
6. Wilayah
ophir (talakmau)
Bagian akhir zone sebelah barat di
sumatera tengah didominasi oleh vulkan talakmau yang tinggi, muncul dari lahan
rendah dan membentuk suatu kerucut yang indah dan ramping. di bagian barat
terdapat lapisan-lapisan gamping permo-carboniferous.
B. Graben
tengah
1. Bagian
disebelah tenggara danau kerinci
Bagian graben ini secara luas
tertutup oleh debu vulkanik yang diendapkan oleh vulkan-vulkan disekitarnya.
Kawah-kawah letusan di sekelilingnya ditempati oleh danau-danau.
2. Dataran
antar pegunungan Kerinci
Dataran ini berupa komplek
berbentuk baji (segi tiga) dan dibatasi dengan lereng-lereng curam patahan.
Terdapat sejumlah patahan yang mempengaruhi aliran dan terdapat dua patahan
engsel yang mendukung penyempitan sehingga memunculkan mataair-matair panas.
3. Wilayah
batang hari
Bagian graben di sebelah utara
gunung kerinci dikeringkan oleh berbagai hulu sungai batang hari yang
kesemuanya bertemu dilahan rendah bagian timur membentuk sungai terbesar di
Sumatera.
4. Danau
baruh dan danau atas
Danau-danau vulkano-tektonik
tersebut dibatasi oleh banyak patahan yang beberapa diantaranya berfungsi
sebagai pipa vulkanik. Kenampakan yang sangat menarik ialah terdapatnya suatu
graben lateral yang kecil dengan arah baratlaut dan membentuk sudut yang tajam
terhadap graben tengah.
5. Vulkan
talang
Vulkan talang yang aktif terletak
jauh dari lereng curam patahan bagian barat Danau Baruh. Hasil vulkan talang
muda hanya dapat menyebar bebas ke arah utara dan timur. Sejumlah solfatara dan
ceruk-ceruk kawah kecil dijumpai berturut-turut. Gejala tersebut menunjukkan
adanya pengaruh patahan terhadap aktivitas vulkanik.
6. Wilayah
solok-singkarak
Dataran solok sekarang ini
dikeringkan ke arah baratlaut menuju danau singkarak. Suatu lembah sungai yang
kering terdapat di sebelah timur kota solok.
7. Plateau
ignimbrite Bukittinggi
Kenampakan geomorfologis yang
sangat menarik ialah hadirnya lereng curam patahan yang sangat muda, panjangnya
berkilo-kilo meter pada debu lepas dikaki vulkan merapi bagian arat. Dataran
antar pegunungan bukittinggi terletak disebelah utara vulkan merapi dan
tertutup lapisan ignimbrite yang menyebabkan lereng-lereng lembah menjadi curam
atau hampir tegak.
8. Wilayah
Masang- Sumpur
Bagian graben di sebelah baratlaut
bukittinggi dikeringkan oleh sungai masang yang sesudah meninggalkan graben
kemudian keluar melalui pegunungan blok bagian barat di dekat sipirang dan
berakhir di samudera hindia.
C. Daerah
bergunung di sebelah timur graben tengah
1. Bagian
selatan
di dekat graben tengah terdapat
beberapa vulkan yang sudah padam dan terkikis. Kipas-kipas fluvio-vulkaniknya
telah menyebar keluar di atar daerah pegunungan yang lebih tua. Suatu kelompok
vulkan yang lebih besar terdapat lebih jauh ke utara, terdiri dari
kerucut-kerucut aktif dengan solfatara-solfatara dan danau-danau kawah.
2. Vulkan
kerinci dan vulkan tujuh serta kenampakan fluvio-vulkaniknya
Kerucut vulkan kerinci kerinci yang
ramping adalah puncak tertinggi sumatera. pada bagian puncaknya terdapat suatu
kawah yang dalam. Vulkan tujuh yang sudah padam adalah suatu kaldera yang luas
dan terisi danau yang permukaan airnya 1.996 meter diatas permukaan air laut .
3. Pegunungan
diantara vulkan kerinci dan vulkan merapi
setengah bagian selatan dari
rangkaian pegunungan ini berupa pegunungan gumati-liki da dikeringkan oleh
sungai batang hari dengan cabang-cabangnya. Bagian puncak seikit demi sedikit
menurun k arah timur dan suatu daerah berbukit yang lebar dengan struktur yang
komplek menjadi transisi ke basin pelipatan tersier. Pada daerah batu gamping
berupa topografi karst yang berkembang baik, berbentuk kerucut.
D. Daerah
rendah di sumatera bagian timur
1. Peneplain
Tuf vulkanik tua
menutup sebagian peneplain, terutama di dekat saluran-saluran keluar
celah-celah dipegunungan barisan bagian timur. Teras-teras sungai berkembang
baik didalam lembah-lembah yang mengeringkan peneplain.
2.
Tektonik-tektonik baru di lahan rendah
karena bagian
hilir sungai kampar dan cabang dari sungai siak memperlihatkan aliran
longitudinal pada dataran aluvial, hal itu menunjukkan bahwa telah terjadi
tektonik muda berupa subsidensi baru.
3.
Igir-igir pantai
sejumlah
igir-igir pantai yang berkembang baik terdapat pada pulau-pulau bengkalis,
rupat, padang dan rangsang. materialnya mungkin berasal dari bagian-bagian
lahan sunda tua yang tenggelam.
Sumber:
Pramono, Heru. Diktat Geomorfologi
Pulau Jawa. Yogyakarta
(http://www.geografi.web.id/2009/08/geomorfologi-sumatera.html)
Post a Comment for "Geomorfologi Pulau Sumatera"