Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Resume Buku Demografi Umum

 

RESUME BUKU DEMOGRAFI UMUM

Prof. Ida Bagoes Mantra, Ph.D

 

1.      Pentingnya Demografi

Demografi menurut multilingual demographic dictionary adalah ilmu yang mempelajari penduduk (suatu wilayah) terutama mengenai jumlah, struktur (komposisi penduduk) dan perkembangannya (proses). Sedangkan, demografi menurut philip M hauser dan duddley duncan (1959) merupakan ilmu yang mempelajari jumlah, persebaran, teritorial, dan komposisi penduduk serta perubahan-perubahannya dan sebab-sebab perubahan itu, yang biyasanya timbul karena natalitas, mortalitas, gerak teritorial (migrasi), dan mobilitas sosial (perubahan status).

Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa demografi mempelajari struktur dan proses penduduk di suatu wilayah. Struktur penduduk meliputi jumlah, persebaran, dan komposisi penduduk. Struktur penduduk selalu berubah-ubah dikarenakan adanya pengaruh dari proses demografi yaitu natalitas, mortalitas, dan migrasi. Memperhatikan uraian di atas dapat dikatakan bahwa demografi mempelajari aspek kependudukan yang statis dan dinamis. Aspek statis meliputi data jumlah penduduk yang diperoleh dari sensus yang dilakukan secara periodik (10 tahun) sedangkan aspek dinamis meliputi perekembangan penduduk setelah dilakukannya sensus seperti peristiwa kelahiran, kematian, dan perpindahan. Untuk mendapatkan data tersebut diperoleh berdasarkan campur tangan masyarakat yang melaporkan persitiwa tersebut kepada lembaga yang berwenang hal ini dinamakan sebagai registrasi penduduk. Selain itu, demografi bukanlah ilmu yang mempelajari penduduk sebagai individu, tetapi penduduk sebagai suatu kumpulan yang menempati wilayah tertentu.

Kenapa harus mempelajari demografi? Demografi erat kaitannya dengan pencatatan, pengolahan, dan penyajian data mengenai jumlah penduduk pada suatu wilayah. data tersebut tentunya sangat penting bagi proses perencanaan pembangunan, pendirian kegiatan usaha dan penentuan kebijakan. Dengan diketahuinya jumlah penduduk serta rentang usianya maka dapat diketahui apa yang menjadi kebutuhan utama wilayah tersebut. Contoh usia 0-4 tahun pada kecamatan padangratu mencapai 2500 jiwa dari total keseluruhan 5000 jiwa maka dalam beberapa tahun kedepan peningkatan sarana pendidikan haruslah mencukupi karena usia 0-4 merupakan usia anak-anak yang harus dipenuhi kebutuhan dasarnya yaitu pendidikan.

2.      Studi Kependudukan

Studi kependudukan lebih luas kajiannya dari pada demografi murni/formal (variabel demografi). Demografi murni hanya mengkaji sesuatu berdasarkan variabel struktur ataupun proses. Sedangkan studi kependudukan mengkaji fenomena dimasyarakat dengan ikut mensertakan variabel non demografi seperti faktor ekonomi, sosial dan budaya. penduduk merupakan suatu kesatuan dari ragam populasi yang memiliki dinamika yang tinggi. perubahan-perubahan yang terjadi seperti kematian dan kelahiran umumnya tidak hanya disebabkan oleh faktor usia saja melainkan faktor lain seperti kondisi ekonomi serta keampuan dalam berobat merupakan salah satu faktor yang mengakibatkan seseorang dapat tetap panjang umur.

3.      Sumber data demografi

Pada umumnya ada 3 sistem pengumpulan data kependudukan yaitu sensus penduduk, registrasi, dan survei penduduk. Struktur penduduk dilakukan dengan melaksanakan cacah jiwa atau sensus penduduk yang dilaksanakan secara periodik. Untuk data penduduk dinamis diperoleh berdasarkan registrasi penduduk dan dilaksanakan setiap saat. Sedangkan untuk data mengenai perpindahan penduduk (migrasi) seperti imigrasi dan emigrasi dilakukan oleh survei penduduk.

1)      Sensus penduduk

Sensus penduduk sering disebut sebagai cacah jiwa yang merupakan proses keseluruhan mencangkup pengumpulan, pengolahan, penyajian dan penilaian data penduduk yang menyangkut ciri-ciri demografi, sosial, ekonomi, dan lingkungan. Ciri sensus penduduk 1). Bersifat individu maknanya informasi yg diperoleh langsung dari individu dengan cara wawanccara 2). Universal maknanya pencatatan dilakukan secara menyeluruh di berbagai tempat 3). Pencacahan dilaksanakan serentak 4). Dilakukan secara periodik.

Penduduk yang dicacah meliputi penduduk de jure (penduduk yang resmi berdomisili di daerah tersebut) dan penduduk de facto (penduduk yang bertempat tinggal disuatu wilayah pada jangka waktu tertentu tetapi tidak termasuk penduduk resmi bagi wilayah yang bersangkutan)

2)      Registrasi penduduk

Komponen penduduk yang dinamis seperti: kelahiran, kematian, perkawinan, perceraian, perubahan pekerjaan dan perpindahan dapat terjadi setiap saat sehingga tidak dapat terjaring di dalam sensus penduduk yang hanya dilakukan 10 tahun sekali pada negara indonesia. Untuk menjaring data ini maka diadakan cara pengumpulan data baru yang disebut dengan registrasi penduduk.

3)      Survei penduduk

Hasil sensus dan registrasi penduduk sebenarnya memiliki keterbatasan yaitu mengenai makna dari nilai tersebut. Mereka hanya menyediakan data statistik kependudukan dan kurang memberikan informasi tentang sifat dan perilaku penduduk setempat. Untuk mengatasi keterbatasan ini perlu dilakukan survei penduduk yang sifatnya terbatas (jumlah) dan informasi yang dikumpulkan lebih luas dan mendalam serta biyasanya hanya menggunakan sampel untuk mengetahui karakteristik suatu wilayah secara keseluruhan. sehingga hasil surei penduduk terkadang dapat bersifat akurat jika populasi yang dijadikan sampel dalam jumlah yang banyak selain itu, ketepatan dalam memilih subjek juga mempengaruhi kualitas data yang diperoleh.

4.      Faktor yang mempengaruhi proses demografi

Ø  pendidikan, makin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka akan mengakibatkan jumlah anak yang sedikit pada suatu keluarga hal ini dikarenakan usia reproduksi atau masa subur seseorang lebih banyak dihabiskan untuk massa studi sehingga mengurangi jumlah kehamilan yang terjadi.

Ø  kesehatan, semakin tinggi fasilitas kesehatan yang diberikan negara terhadap masyaraktnya akan berdampak pada jumlah penduduk usia tua yang semakin banyak.

Ø  KB, merupakan program yang dirancang untuk mengendalikan besarnya kelahiran pada suatu wilayah. hal ini tentunya akan sangat berpengaruh terhadap jumlah kelahiran yang ada.

Ø  kemisikinan, semakin miskin kondisi keuangan keluarga cenderung akan berkorelasi dengan peningkatan jumlah anak yang dimiliki. hal ini bertujuan dengan jumlah anak yang banyak maka diharapakan anak tersebut dapat membantu beban orang tuanya dalam mencari uang.

5.      Komposisi penduduk

Penggolongan penduduk berdasarkan ciri atau karakteristik yang sama dinamakan komposisi penduduk. Pada dasarnya sensus, registrasi, dan survei merupakan kumpulan data-data sehingga dibutuhkan analisis data untuk mengetahui makna dari data tersebut, kegiataan ini biyasanya disebut sebagai analisa data.

1)      Piramida penduduk

Komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin dapat digambarkan secara visual pada sebuah grafik yang disebut piramida penduduk. Sering pada tabel komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin terdapat kelompok penduduk yang tidak diketahui umurnya dan kelompok ini  biyasanya digolongkan menjadi not stated (NS), sudah tentu penduduk NS ini tidak dapat digambarkan dalam piramida penduduk oleh karena itu dilakukan pro-rating yaitu dengan cara:

44.042.000 = 43.982.000

Cara 1              a). K= 44.042.000 : 43.982.000  = 1,00136419

b). Jumlah penduduk (10-14) sebelum di pro-rating : 4.319.000

setelah di pro-rating:

4.319.000 x 1,00136419 = 4.324.000

Cara 2              jumlah penduduk setelah di pro-rating

                        4.319.000 + (4.319.000/44.042.000) x 60 = 4.324.000

Menurut ida bagoes mantra, suatu negara dikatakan berstruktur muda apabila kelompok penduduk yang berumur di bawah 15 tahun jumlahnya besar (lebih dari 35% jumlah penduduk), sedangkan besarnya jumlah kelompok penduduk usia 65 tahun kurang dari 3% dan sebaliknya. Berdasarkan komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin, maka karakteristik penduduk suatu negara dapat diketahui yaitu:

a)      Exspansif, jika sebagian besar penduduk berada dalam kelompok umur muda, hal ini umumnya dijumpai pada negara dengan tingkat kelahiran yang lebih tinggi di bandingkan dengan kematian.

b)      Konstruktif, merupakan gamabaran penduduk suatu negara dengan tingkat kelahiran dan kematian yang rendah sehingga penduduknya didominasi oleh usia 20-50 tahun

c)      Stasioner, merupakan gambaran jumlah penduduk dengan presentase yang hampir sama rata pada tiap jenjang golongan umur.

Post a Comment for "Resume Buku Demografi Umum"