Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Makalah Analisis Kependudukan

 

LAPORAN

ANALISIS KEPENDUDUKAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

Demografi Umum dan Teknik

 

PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

 

Penduduk Menurut Umur dan Jenis Kelamin Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2000

Kelompok Umur

Jenis Kelamin

Laki-Laki

Perempuan

Laki-Laki+Perempuan

0-4

87.875

82.391

170.266

5-9

70.669

66.321

136.990

10-14

49.633

46.715

96.348

15-19

45.005

48.027

93.032

20-24

76.111

90.666

166.777

25-29

94.142

96.750

190.892

30-34

86.401

81.948

168.349

35-39

67.567.

57.606

125.173

40-44

48.443

36.308

84.751

45-49

31.165

23.970

55.135

50-54

20.727

17.414

38.141

55-59

13.902

11.959

25.861

60-64

8.191

7.670

15.861

65-69

5.521

5.168

10.689

70-74

3.388

3.441

6.829

75+

1.444

1.726

3170

JUMLAH

710.184

678.080

1.388.264

 

Penduduk Menurut Umur dan Jenis Kelamin Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2010

 

Kelompok Umur

Jenis Kelamin

Laki-Laki

Perempuan

Laki-laki + Perempuan

0-4

120.019

113.457

233.476

5-9

123.382

116.153

239.535

10-14

109.838

103.350

213.188

15-19

120.085

96.712

216.797

20-24

105.437

103.054

208.491

25-29

117.443

112.097

229.540

30-34

108.864

97.186

206.050

35-39

97.226

84.120

181.346

40-44

79.419

67.923

147.342

45-49

62.023

52.766

114.789

50-54

47.445

39.678

87.123

55-59

31.653

25.086

56.739

60-64

21.041

19.472

40.513

65-69

14.089

13.390

27.479

70-74

9.254

9.102

18.356

75+

4.654

4.721

9.375

JUMLAH

1.171.872

1.058.267

2.230.139

BAB I

PEMECAHAN KELOMPOK UMUR

 

PROVINSI KALIMANTAN TENGAH TAHUN 2000

Memecah Kelompok Umur 10-14 tahun menjadi 1 tahunan:

N1= P (0-4)     = 170.266

N2= P (5-9)     =136.990

N3= P (10-14) = 96.348

N4= P (15-19) = 93.032

N5= P (20-24) = 166.777

 

Mencari nx         = n1 (10), n2 (11), n3 (12), n4 (13), dan n5 (14)

n1 (P10)          = (170.266 x (-0.0128)) + (136.990 x 0,0848) + (96.348 x 0,1504) + (93.032 x (-0,0240)   + (166.777 x 0,0016)

= ((-2179,4) + 11.616,75 + 14.490,74 + (-2232,77) + 266,84)

= 21.952

 

n2 (P11)          = (170.266 x (-0.0016)) + (136.990 x 0,0144) + (96.348 x 0,2224) + (93.032 x (-0,0416) + (166.777 x 0,0064)

= ((-272,42) + 1.972,66 + 21.427,8 + (-3870,1) + 1067,4)

= 20.315

 

n3 (P12)          = (170.266 x (0.0064) + (136.990 x (-0,0336)) + (96.348 x 0,2544)

    + (93.032 x (-0,0336) + (166.777 x 0,0064)

= (1089,70 + (-4602,86) + 24.510,93 + (-3125,88) + 1067,4)

= 18.929

 

n4 (P13)          = (170.266 x 0.0064) + (136.990 x (-0,0416) + (96.348 x 0,2224) + (93.032 x 0.0144) + (166.777 x (-0,0016)

= (1.089,70 + (-5.698,78) + 21.427,79 + 1.339,67 + (-266,84))

= 17.881

 

n5 (P14)          = (170.266 x 0.0016) + (136.990 x (-0,0240) + (96.348 x 0,1.504) + (93.032 x 0,0848) + (166.777 x (-0,0128))

                        = (272,42 + (-3287,76) + 14.490,74 + 7.889,11 + (-2.084,71))

                        =17.269

 

Jumlah n1, n2, n3, n4, n5

= 21.952 + 20.315, + 18.929 + 17.881 + 17.269

= 96.346

Pemecahan kelompok umur digunakan untuk merapikan data. Dimana dari data di atas antara golongan umur 10-14 telah di dapat jumlah penduduk dari tiap-tiap umur. Untuk umur 10 tahun memiliki jumlah yang paling tinggi, yaitu sebesar 21.952, sedangkan untuk umur 14 tahun memiliki jumlah yang paling rendah, yaitu sebesar 17.269. Kelompok umur antara 10-14 merupakan kelompok umur yang masih penduduk usia sekolah dasar. Dengan telah rapinya data ini, pihak terkait yang ingin menggunakan untuk keperluan kependudukan dan lain-lain menjadi lebih mudah. Adanya perapian data juga membantu mencapai tujuan yang tepat sasaran.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ANALISIS MIGRASI RISEN

 

Migrasi risen adalah seseorang yang pindah ke provinsi tujuan pada periode 5 tahun terakhir atau dapat juga dikatakan mereka yang bertempat tinggal sekarang tidak sama dengan tempat tinggal selama lima tahun terakhir. Seorang dikatakan sebagai migrasi risen, yaitu apabila provinsi tempat tinggal 5 tahun yang lalu berbeda dengan provinsi tempat tinggal sekarang (pada saat pencacahan). Angka migrasi ini bermanfaat untuk mengetahui banyaknya penduduk yang tempat tinggal lima tahun yang lalu berbeda dengan tempat tinggalnya sekarang. Semakin tinggi angka migrasi risen, maka jumlah penduduk yang tempat tinggalnya sekarang berbeda dengan tempat tinggalnya lima tahun yang lalu semakin banyak.

Berdasarkan tabel 1 bisa kita lihat bahwa jumlah penduduk yang masuk ke wilayah Provinsi Kalimantan Tengah berjumlah 124.248 jiwa, sedangkan migrasi keluar hanya berjumlah 24.903 jiwa. Terjadi selisih yang cukup jauh migrasi risen yang terjadi di Provinsi Kalimantan Tengah ini. Dari sini kita bisa melihat bahwa provinsi Kalimantan Tengah menjadi salah satu provinsi yang banyak dituju oleh para penduduk di seluruh provinsi yang ada di Indonesia. Walaupun masing-masing provinsi memiliki prosentase yang berbeda. Alasan mengapa banyak penduduk yang bermigrasi ke Kalimantan Tengah bisa kita lihat dari faktor penarik dan potensi yang dimiliki oleh Provinsi Kalimantan Tengah. Ditinjau dari aspek sumber daya alam, Kalimantan Tengah merupakan willayah yang memiliki sumber daya melimpah. Salah satunya, yaitu adanya program pengembangan lahan gambut untuk pertanian tanaman pangan di Kalimantan Tengah. Pengembangan lahan gambut bertujuan dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional. Luas hutan yang hampir mencapai 60 % dari total wilayahnya sudah jelas banyak tersimpan potensi yang dapat dikembangkan untuk kedepannya. Dengan wilayah yang masih luas, sektor peternakan dari tahun ke tahun jumlah ternak terus naik tidak berbeda dengan disektor perikanan yang terus berkembang. Selain itu jangan dilupakan bahwa Kalimantan Tengah masih memiliki sumber daya alam yang tak kalah memikat, yaitu perkebunan kelapa sawit. Dari tahun ke tahun sektor perkebunan kelapa sawit banyak memikat para investor. Hal inilah yang membuat para penduduk yang ada di seluruh provinsi di Indonesia menjadikan Kalimantan Tengah sebagai tujuan utama migrasi. Dengan potensi dan sumber daya alam yang melimpah sudah dipastikan bahwa wilayah ini memiliki lapangan pekerjaan yang luas. Para penduduk yang datang kesini tidak akan kesulitan apabila mencari tempat untuk bekerja.

Dari sektor pendidikan, Kalimantan Tengah juga terus berbenah untu menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan yang begitu pesat. Banyak perkembangan yang terjadi di sektor pendidikan, salah satunya dengan bermunculannya berbagai lembaga pendidikan serta keberadaan beberapa universitas dan sekolah tinggi. Banyak Universitas Negeri dan Swasta yang dapat memberikan sumbangan dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kalimantan Tengah. Selain itu juga sudah memadainya sarana transportasi, seperti adanya pelabuhan dan bandara yang memudahkan penduduk untuk melakukan mobilisasi.

Dilihat dari tabel 1, Kalimantan Selatan menduduki peringkat pertama yang penduduknya banyak melakukan migrasi ke Kalimantan Tengah, yaitu dengan persentase sebesar 25,54%. Walapun potensi wilayah diantara keduanya tidak jauh berbeda, namun karena jarak yang dekat membuat interaksi dan mobilisasi penduduk tinggi. Kita juga bisa melihat dari kolom migrasi keluar, bahwa memang presentase penduduk yang keluar dari Kalimantan Tengah menuju Kalimantan Selatan juga paling tinggi. Untuk jumlah migrasi yang masuk ke Kalimantan Tengah paling sedikit dimiliki oleh Kep.Bangka Belitung dengan presentase yang hanya 0.06%. Hal ini karena memang potensi yang dimiliki Kep.Bangka Belitung yang juga melimpah. Banyak sumber daya alam yang dikelola dan para investor yang menanmkan sahamnya. Sudah tentu di wilayah bangka belitung sendiri banyak lapangan kerja yang terbuka. Faktor jarak yang terlalu jauh dengan Kalimantan Tengah juga membuat para penduduk Bangka Belitung berpikir dua kali bila ingin bermigrasi ke Kalimantan Tengah.

Untuk migrasi keluar, mayotitas penduduk Kalimantan Tengah bermigrasi menuju ke Pulau Jawa. Hampir setiap provinsi yang ada di Jawa memiliki presentase yang sama. Mengapa penduduk Kalimantan Tengah bermigrasi ke Pulau Jawa sudah jelas, bahwa di pulau Jawa adalah tempat dimana pusat pemerintahan dan perekonomian. Sudah tentu, fasilitas dan sarana prasarana yang ada di Pulau Jawa tidak selangkap yang ada di Kalimantan Tengah. Pulau jawa menjadi tempat yang paling favorit untuk perantauan, dimana kesehatan dan pendidikan sudah terjamin.

 Dan untuk migrasi keluar, presentasi terkecil dimiliki oleh Provinsi Gorontalo. Dalam tabel bisa dilihat bahwa penduduk yang bermigrasi ke wilayah Gorontalo hanya berjumlah 6, dengan persentase sebesar 0,02. Potensi gorontalo yang memang masih jauh dari Kalimantan Tengah menjadi salah satu penyebab enggannya penduduk berpindah ka daerah Gorontalo. Untuk sarana dan prasarana Provinsi Kalimantan Tengah masih unggul, apalagi bila dibandingkan dengan jumlah lapangan kerja yang tersedia.

 

ANALISIS MIGRASI SEUMUR HIDUP

 

Migrasi seumur hidup adalah migrasi dimana tempat tinggal seseorang pada saat pencacahan berbeda dengan tempat lahirnya.Seseorang dikatakan migran semasa hidup jika provinsi atau atau kabupaten/kota tempat ia dilahirkan berbeda dengan povinsi atau kabupaten/kota tempat tinggalnya sekarang pada saat pencacahan. Angka migrasi ini bermanfaat untu mengetahui banyaknya penduduk yang tempat lahirnya berbeda dengan tempat tinggalnya sekarang. Semakin tinggi angka migrasi semasa hidup, maka jumlah penduduk yang tempat tinggalnya sekarang berbeda dengan tempat lahirnnya semakin banyak.

Berdasarkan tabel II, kita bisa melihat bahwa pulau Jawa memiliki jumlah terbesar penduduknya yang masuk ke provinsi Kalimantan Tengah dengan persentase di atas 50%. Jumlah yang sangat tinggi bila dibanding provinsi lain. Pulau Jawa dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, memang sering melakukan program transmigrasi yang dimana salah satu tujuannya adalah provinsi Kalimantan Tengah. Hampir setiap tahun, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah yang ada di Pulau Jawa mencanangkan program transmigrasi. Selain untuk mengurangi jumlah penduduk yang ada di pulau Jawa juga untuk upaya memeratakan persebaran penduduk yang ada di Indonesia.

Dengan berbagai potensi yang dimiliki oleh pulau Kalimantan, khususnya lagi Kalimantan Tengah, tidak bisa dipungkiri bahwa wilayah itu (kalimantan tengah) menjadi tempat transmigrasi. Wilayah yang masih luas dan sarana dan prasarana yang terus dibenahi dan dilengkapi menjadi faktor penarik bagi penduduk yang ingin bermigrasi. Sudah dijelaskan pada analisis migrasi risen, bahwa kalimantan Tengah memiliki berbagai potensi yang bisa terus dikembangkan, seperti sektor perhutanan, pertanian, perkebunan, perikanan, dan pertambangan. Faktor lain adalah stabilnya kondisi geologi maupun geomorfologi yang ada dipulau Kalimantan dibanding Pulau Jawa. Kondisi yang demikian berkaitan dengan tinggi atau rendahnya potensi bencana yang akan terjadi. Pulau Jawa yang dekat dengan subduksi lempeng tektonik menjadikan pulau Jawa sebagai pulau yang memiliki gunung api terbanyak di Indonesia. Kegempaan yang terjadi di pulau juga sering terjadi dengan skala yang cukup besar. Hal inilah yang menjadi faktor pendorong kenapa banyak penduduk di Pulau Jawa yang bermigrasi ke Kalimantan Tengah.

Dewasa kini, mencari pekerjaan di Pulau Jawa tidaklah muda. Banyak pemuda dan sarjana yang telah lulus sulit mendapat pekerjaan yang pada akhirnya akan menganggur. Faktor ini juga mendorong para penduduk untuk merautau ke Kalimantan Tengah, mencari pekerjaan dan kehidupan yang layak. Lapangan pekerjaan yang luas dan tidak hanya satu bidang keiilmuan akan menjadi wadah atau tempat bagi para lulusan untuk mengembanglan ilmunnya.

Untuk provinsi terendah yang masuk ke Kalimantan Tengah lagi-lagi Kep. Bangka Belitung yang mendudukinya dengan persentase sebesar 0.05. Seperti sudah dijelaskan pada analisis migrasi risen karena memang potensi yang dimiliki Kep.Bangka Belitung yang juga melimpah. Banyak sumber daya alam yang dikelola dan para investor yang menanamkan sahamnya. Sudah tentu di wilayah bangka belitung sendiri banyak lapangan kerja yang terbuka. Faktor jarak yang terlalu jauh dengan Kalimantan Tengah juga membuat para penduduk Bangka Belitung berpikir dua kali bila ingin bermigrasi ke Kalimantan Tengah.

Untuk migrasi keluar terendah juga dimiliki oleh Provinsi Gorontalo dengan persentase sebesar 0,02. Potensi gorontalo yang memang masih jauh dari Kalimantan Tengah menjadi salah satu penyebab enggannya penduduk berpindah ka daerah Gorontalo. Untuk sarana dan prasarana Provinsi Kalimantan Tengah masih unggul, apalagi bila dibandingkan dengan jumlah lapangan yang tersedia. Sedangkan untuk migrasi keluar mayoritas penduduk Kalimantan Tengah bermigrasi ke Provinsi Kalimantan selatan dengan persentase diatas 50%, dimana faktor jarak yang dekat menjadi alasan untuk bermigrasi ke wilayah Kalimanta Selatan. Tentu, dengan jarak yang dekat mempengaruhi pada efisiensi waktu yang singkat dan tanpa mengeluarkan biaya yang besar. Untuk pulau Jawa menjadi pilihan kedua setelah Kalimantan Selatan. Pada tabel bisa dilihat bahwa hampir rata besar persentase migrasi keluar ditiap-tiap provinsi yang ada di Pulau Jawa.

Post a Comment for "Makalah Analisis Kependudukan"