Pengertian Kurikulum Menurut Para Ahli
Pengertian Kurikulum Menurut Para Ahli dan Pakar
Menurut Tyler, kurikulum adalah segala sesuatu yang nampak pada perencanaan, pengajaran, dan belajar dalam lembaga pendidikan, sehingga pengembangan kurikulum akan merujuk kepada mengembangkan rencana-rencana program pendidikan. Di dalamnya tercakup pengidentifikasian dan pemilihan tujuann pendidikan, pemilihan pengalaman belajar pemilihan metode dan evaluasi program pendidikan.
Menurut Gail McCutcheon berpendapat bahwa kurikulum adalah kesempatan yang dipunyai peserta didik untuk belajar di sekolah baik melalui kurikulum yang nyata (overt curriculum) maupun kurikulum yang tersembunyi (hidden curriculum), dan kesempatan yang tidak mereka punyai untuk mempelajari bahan pelajaran tertentu karena bahan itu tidak tercakup dalam kurikulum.
Menurut G. Unruh dan Adolph Unruh (1984, hal VII) mendefinikasikan kurikulum sebagai suatu rencana tentang tujuan dan isi dari apa yang akan dipelajari, dan di dalamnya terdapat antisipasi hasil-hasil pengajaran. Sedangkan pengajaran sendiri adalah proses penyampaian kurikulum dan penyediaan lingkungan belajar bagi peserta didik.
Referensi:
Sumantri, Mulyani. 1988. Kurikulum dan
Pengajaran. Jakarta P2LPTK.
#2
Menurut Bobbitt, kurikulum adalah a way to prepare students for their future roles in the new indutrial society. He influenced the curriculum by showing how teaching calssical subjects should be replaced by teaching subjects that correspond to social needs.
Menurut John Dewey, Curriculum should build an orderly sense of the world where the child lives.
Menurut Good (1959), kurikulum adalah a general over all plan of the content or specific materials of instruction that the school should offer the student by way of qualifying him for graduation or certification or for entrance into professional or vocational field.
Menurut Tanner (1975), kurikulum adalah the planned and guieded learning experiences and intended learning outcomes, formulated through the systematic reconstuction of knowledge and experience, under the auspices of the school, for the learner’s continuous and wilfil growth in personal social competence.
Menurut Robert Gagne (1967), kurikulum adalah suatu rangkaian unit materi belajar yang disusun sedemikian rupa sehingga anak didik dapat mempelajarinya berdasarkan kemampuan awal yang dimiliki atau dikuasai sebelumnya.
Menurut Hilda Taba, kurikulum adalah pernyataan tentang tujuan-tujuan pendidikan yang bersifat umum dan khusus, dan materinya dipilih dan diorganisasikan berdasarkan suatu pola tertentu untuk kepentingan belajar dan mengajar.
Menurut Harold Rugg (1927), kurikulum adalah suatu rangkaian pengalaman yang memiliki kemanfaatan maksimum bagi anak didik dalam mengembangkan kemampuannya agar dapat menyesuaikan dan menghadapi berbagai situasi kehidupan.
Menurut Hollins Caswell (1935), kurikulum adalah susunan pengalaman yang udigunakan guru sebagai proses dan prosedur untuk membimbing anak didik menuju kedewasaan.
Ralph Tyler (1957), kurikulum adalah seluruh pengalaman yang direncanakan dan diarahkan oleh sekolah untuk mencapai tujuan pendidikannya.
Referensi:
Hidayat, Rakhmat. 2011. Pengantar
Sosiologi Kurikulum. Jakarta: Raja Grafindo.
Menurut Saylor J. Gallen dan William N. Alexander, kurikulum adalah “Sum Total of the School efforts to influence learning wheter in the classroom, play ground our out of school”.
Menurut B.Ragan, kurikulum adalah “all the experinces of children for which the school accepts responsibility”.
Menurut Soedijarto, kurukulum adalah segala pengalaman dan kegiatan belajar yang direncanakan dan diorganisir untuk diatasi para siswa atau mahasisiwa untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan bagi suatu lembaga pendidikan.
Referensi:
Soetopo, Hendyat dan Soemanto, Wasty. 1982. Pembinaan
dan Pengembangan Kurikulum. Jakarta: Bina Aksara.
Post a Comment for "Pengertian Kurikulum Menurut Para Ahli"