Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Awan Cumulonimbus Kaitannya Dengan Petir

PENGARUH AWAN KUMULONIMBUS DALAM
 PEMBENTUKAN TORNADO

Oleh:
Rustamuna
Jurusan Pendidikan Geografi FIS UNY

Abstrak
            Pengamatan ini bertujuan untuk mengetahui lebih jauh pengaruh jenis awan terhadap fenomena cuaca. Awan mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap keadaan cuaca. Awan dapat memberikan petunjuk tentang keadaan cuaca pada beberapa jam atau beberapa hari mendatang. Awan dibedakan menjadi tiga, yaitu awan sirus, awan kumulus, dan awan stratus. Salah satunya awan kumulonimbus.  Jenis awan kumulonimbus ini dapat membantu pembentukan dari tornado, yang merupakan badai paling berbahaya di bumi, dengan potensi menyebabkan kerusakan yang parah. Tornado merupakan kolom udara yang berputar kencang yang membentuk hubungan antara awan cumulonimbus atau dalam kejadian langka dari dasar awan cumulus dengan permukaan tanah. Tornado muncul dalam banyak ukuran namun umumnya berbentuk corong kondensasi yang terlihat jelas yang ujungnya yang menyentuh bumi menyempit dan sering dikelilingi oleh awan yang membawa puing-puing.
INFLUENCE IN THE FORMATION OF A TORNADO CLOUD CUMULONIMBUS
Abstract
               This observation is further aimed to determine the effect of clouds on weather phenomena . Cloud has a considerable influence on the weather. Cloud can provide clues about the weather in a few hours or a few days. Clouds are divided into three, namely cirrus clouds , cumulus clouds and stratus clouds . One of cumulonimbus clouds . Cumulonimbus cloud types can help the formation of a tornado , which is the most dangerous storms on earth, with the potential to cause severe damage . A tornado is a rotating column of air that forms the tight relationship between a cumulonimbus cloud or, in rare instances of a cumulus cloud base to the ground . Tornadoes come in many sizes but are typically in the form of a visible condensation funnel , whose narrow end touches the earth and is often encircled by a cloud of debris.

Pendahuluan
            Kumulonimbus didefinisikan sebagai awan yang tampak berat dan mampat, menjulang tinggi sekali menyerupai gumpalan yang besar. Paling sedikit sebagian dari garis batas bagian atasnya kelihatan tidak tajam atau berserat halus. Di dasarnya, yang sering sangat gelap, sering terdapat koyakan awan. Dalam perkembangannya, yang bermula dari kumulus, kumulonimbus mulai kehilangan tonjolan dan ketegasan atau ketajaman garis batas pada puncaknya. Kumulonimbus seperti ini termasuk jenis kalvus. Kemudian bagian atas kumulonimbus ini berubah sebagian besar atau seluruhnya menjadi massa yang tampak berserat halus yang bentuknya menyerupai paron atau landasan yang disebut inkus. Jenis ini disebut kapilatus. Pada suhu yang sangat rendah struktur berserat ini dapat berkembang keseluruh massa awan. Kumulonimbus hanya mempunyai dua jenis tersebut di atas dan tidak mempunyai varitas.
            Kumulonimbus terdiri dari tetes awan dan khususnya di bagian atasnya terdapat es. Selain itu kumulonimbus mengandung pula tetes hujan yang besar. Kalau kumulonimbus berada di atas kita maka bagian atasnya terhalang oleh dasar awan yang luas sehingga mudah dikacaukan dengan nimbostratus. Apalagi jika identifikasinya hanya didasarkan pada penampilan permukaan bawahnya. Ciri dari curahan atau hujan yang ditimbulkan dapat membantu membedakan kumulonimbus dan nimbostratus. Kalau hunjannya adalah hujan curah, yang mulai dan berhenti dengan mendadak, apalagi jika disertai dengan kilat dan guntur atau dengan batu es, maka awannya adalah kumulonimbus. Kumulonimbus tertentu dapat mirip dengan kumulus yang besar. Kita baru dapat menamakan kumulonimbus kalau paling sedikit sebagian dari bagian atasnya kelihatan tidak tegas atau kelihatan berserat. Kalau kita berada di bawahnya, sehingga tidak dapat melihat bagian atasnya, maka nama kumulonimbus bisa diberikan kalau disertai kilat, guntur, atau batu es.
            Pada pinggir permukaan dasar kumulonimbus, dekat tempat turunnya hujan, kadang-kadang terbentuk pita atau busur awan berwarna gelap dan berkoyak-koyak atau bertiras-tiras. Busur awan tadi dinamakan arkus dan merupakan bentuk tambahan dari kumulonimbus. Koyakan awan pada arkus ini adalah kumulus fraktus dan stratus fraktus yang merupakan awan penyerta kumulonimbus. Pada permukaan bawah dari kumulonimbus sering pula tampak adanya beberapa kantung atau tonjolan yang menghadap ke bawah. Kantung ini disebabkan oleh gerakan ke bawah dari bagian awan. Bagian awan yang bergerak kebawah ini mengalami pemanasan yang lebih lambat daripada udara dibawahnya, karena lebih berat bagian awan ini akan ambles ke dalam udara di bawahnya dan membentuk kantung. Kantung ini dinamakan mama dan merupakan bentuk tambahan. Mama berasal dari kata latin mamma yang berarti daada wanita. Curahan yang turun dari kumulonimbus menimbulkan suatu gejala yang tampak sebagai seberkas garis sejajar yang keluar dari dasar awan. Berkas ini dapat mencapai atau tidak mencapai permukaan bumi. Gejala pertama dinamakan presipitaso yang menunjukan bahwa curahan mencapai permukaan bumi. Gejala kedua disebut virga yang menunjukan bahwa curahan tidak mencapai permukaan bumi. Presipitasio dan virga adalah bentuk tambahan dari kumulonimbus.

Pembahasan
Tornado
Tornado merupakan kolom udara yang berputar kencang yang menyatu dengan permukaan tanah dan muncul dari awan cumuliform atau bagian bawah awan cumuliform dan sering (namun tidak selalu) tampak sebagai suatu awan corong.
Corong Kondensasi
Tornado tidak harus tampak. Namun, intensitas tekanan rendah yang disebabkan oleh kecepatan angin yang tinggi dan berputar cepat (berkaitan dengan keseimbangan siklostrofik) sering menyebabkan uap air di udara berkondensasi yang menyebabkan tampak corong kondensasi. Tornado merupakan pusaran angin bukan awan kondensasi. Awan corong merupakan perwujudan dari corong kondensasi yang tanpa disertai angin kencang di permukaannya. Tidak semua awan corong menjadi sebuah tornado. Namun, banyak tornado yang didahului oleh awan corong seperti pusaran mesosiklon yang mendarat di permukaan tanah. Tornado pada umumnya menghasilkan angin kencang di permukaannya ketika corong yang tampak itu bertahan di atas permukaan tanah. Hal ini menyebabkan sulitnya menemukan perbedaan antara awan corong dan tornado dari suatu jarak tertentu.
Keluarga Tornado
Kadang, sebuah badai tunggal menghasilkan berbagai tornado dan mesosiklon. Proses ini dikenal sebagai siklus tornado genesis. Tornado yang terbentuk dari badai yang sama dikenal sebagai keluarga tornado. Kadang-kadang sejumlah tornado dari mesosiklon yang berbeda terjadi secara bersamaan.
Serangan Tornado
Kadang, beberapa tornado terbentuk dari sistem bada berskala luas yang sama. Jika terdapat aktivitas tornado yang merusak, hal ini dianggap menjadi suatu serangan tornado, meskipun ada bermacam-macam definisi. Periode beberapa hari berturut-turut dengan serangan tornado di lokasi yang sama (terbentuk oleh beberapa sistem cuaca) merupakan rentetan serangan tornado, yang kadang disebut serangan tornado luas.
Pembentukan Tornado
Tornado terjadi atau terbentuk karena perubahan lapisan udara merupakan pemicu lahirnya. Tornado dalam hal ini jika lapisan udara dingin berada diatas lapisan udara panas, udara panas naik dengan kecepatan 300-an km/jam, udara yang menyusup dari sisi inilah yang mengakibatkan angin berputar sehingga membentuk tornado, dan bila sudah sempurna maka sebuah tornado bisa memiliki kecepatan hingga 400 Km/jam serta lebar cerobong antara 15 - 365 meter. Untuk lebih jelasnya saya sertakan grafis berikut :

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjr3N5NcJ3weE4JKOxpcRpeuSzKOnVkaQUsvpmiD4akaDGvY0Jp5M4vmvTfxZmxR1rtlY41WTdKWV9yppx0fjPrl11f8FJw5x3z-eDXti9FbC_GQORJ7anpdXB77LZg_d82esxA6Oo-YN4/s320/1.JPG
Tornado adalah di antara badai paling kejam di Bumi,
dengan potensi untuk menyebabkan kerusakan yang sangat serius.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjv6W8f5PcWH5Hw7KaGbnK-8EUwmcWm0jMZdf0NfsK-XLzyYHm56DPG80_kP604pWvuxPUiZ-vyWqryeMwymgs7NmqmggdWhQeVy5GSmk6hCddaMtCqFYvlO3Ed73L12S99ZEic-u_mnh8/s320/2.JPG

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAPrF6FY8jJbQaKVg-47iIiwWgGWYD9Mmx7_1IO2zci-A6oT30jk4rOtZimWRCl92puJVW_-0DBYse1IvOQ-nlt2YP8LMVyRrVN0trY9GG1CmkEsnhKEL3rTMggDadeZ1BvCk2nJDuk8E/s320/3.JPG
Badai cepat berkembang dari awan kumulonimbus - disertai hujan, guntur
dan kilat. Ketika suhu tanah meningkat, udara panas dan lembab mulai naik.






https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsuwjLBelZspLuv3yLNidLDrcBuH5H8QVGOpmbPCt7OGFsyEPSaUaeqHn-KfsiSdlHBMrnfN-SPFwpZ866gmwi2ptQEqM_h1gErawfhZ9oqjs-GR6lJcXv-jzedCMjNpaqwdzo4noSezQ/s320/4.JPG
Ketika hangat, udara lembab dan dingin memenuhi udara kering, itu terangkat
ke atas, masuk lapisan udara atas. sebuah awan petir mulai tercipta pada fase ini.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjftjDNry5vyYPiO7VL6RmV-iVcpq728QSz_1l4eZmqSW_Iddnjm1MQ3UlmVOUNHNJbO3KttNzNWAPiewgM9Be3MxLSxYChRR8nhyphenhyphenWxjuEQkqvYvRk9ffigAzLL7NDItY1cth8u0GZzYeQ/s320/5.JPG


Pergerakan udara keatas sangat cepat. Angin dari sisi samping
menyebabkan arah yang berbeda dan membentuk sebuah pusaran


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEha4CQ2tS-jbIz4ZxwRTXDD2l9MEcIF25QvVJnbzBr-5xDkmzG4NvU2Iv9MnUueaAh-bAx0F9bDvw2O8GbOIAySv3B-GcCIPBV0e3Xqi_ApzdZTzOHrNJC37Ad9-meHP41uu8OHfA171Q0/s320/6.JPG
Sebuah kerucut hasil putaran udara yang berpilin tersebut mulai terbentuk dan terlihat 
                                          dari awan ke permukaan tanah.          


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWZBmmmQHlHiaElMn7VNyHAP9JWvfRu5hFgiLCiu1rx9eEXSXtYjvs5w6TsyFMMifuCvpIXD1RP7MI0goopF7mwpcrE_2oqeiz6wGYiaG5Mo2FEDPk9M4RrS0Soo-F36hTwnU6J3Z35HA/s320/7.JPG
Pusaran angin yang bervariasi dalam ukuran dan bentuk, dan dapat
mencapai ratusan meter lebarnya. Tornado dapat berlangsung dari beberapa
detik sampai lebih dari satu jam dan mungkin bergerak sampai bermil mil jauhnya meninggalkan kerusakan





Kesimpulan
Kajian mengenai awan mempunyai banyak manfaat. Selain awan sebagai aspek penting dalam keadaan cuaca. Awan dapat memberikan petunjuk tentang keadaan cuaca pada beberapa jam atau beberapa hari mendatang. Jenis awan juga dapat mempengaruhi berbagai fenomena yang terjadi di bumi. Salah satunya adalah jenis awan kumulonimbus. Awan kumulonimbus selain dapat menghasilkan kilat dan guntur juga dapat membantu pembentukan badai tornado yang besar. Tornado terbentuk karena adanya hubungan antara awan cumulonimbus dengan tanah. Badai cepat berkembang dari awan kumulonimbus disertai hujan, guntur dan kilat. Ketika suhu tanah meningkat, udara panas dan lembab mulai naik Hal itu mengakibatkan pembentukan pusaran dari awan ke tanah. Melalui informai ini kita dapat mengenal jenis awan kumulonimus dan tanda-tandanya akan terbentuknya badai tornado.

Daftar Pustaka
Prawirowardoyo, Susilo. 1996. Meteorologi. Bandung: ITB.
Lakitan Benyamin. 1994. Dasar-Dasar Klimatologi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Tjasyono, Bayong. 2004. Klimatologi. Bandung: ITB.

http://samsularifinmenwa803.wordpress.com/feed/ (diakses pada tanggal 1 oktober 2014)



1 comment for "Awan Cumulonimbus Kaitannya Dengan Petir"